Kembali ke BlogKeuangan

Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) yang Benar untuk Usaha Kecil

Ismi·22 Juli 2026

Sudah siap kelola bisnis pakai MandoPOS? Gratis selamanya untuk mulai.

Salah satu penyebab utama usaha kecil merasa "kok gak untung-untung padahal ramai terus" adalah kesalahan dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP). Tanpa HPP yang akurat, harga jual yang ditentukan bisa jadi terlalu rendah untuk menutup biaya sebenarnya, atau justru terlalu tinggi sehingga kalah bersaing.

Apa Itu HPP?

HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau menyediakan satu unit produk, sebelum ditambah keuntungan. HPP mencakup semua biaya langsung yang terkait dengan produk itu -- bukan cuma harga bahan baku, tapi juga biaya-biaya pendukung lain yang sering terlewat dihitung.

Komponen yang Sering Terlewat dalam Perhitungan HPP

1. Bahan Baku Langsung

Ini yang paling jelas dan biasanya sudah dihitung oleh sebagian besar pemilik usaha -- harga bahan mentah yang dipakai untuk membuat satu produk.

2. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Kalau ada karyawan yang khusus mengerjakan produksi, biaya gajinya (dibagi sesuai jumlah produk yang dihasilkan) juga masuk komponen HPP. Ini yang paling sering terlewat oleh usaha kecil yang produksinya dikerjakan sendiri oleh pemilik.

3. Biaya Kemasan

Kemasan produk, meskipun terlihat kecil, tetap menambah biaya per unit dan harus dimasukkan ke perhitungan.

4. Biaya Overhead yang Dialokasikan

Biaya listrik, gas, atau sewa tempat produksi juga sebenarnya berkontribusi ke setiap produk yang dihasilkan, meski gak langsung terlihat per unit. Idealnya, biaya ini dibagi proporsional ke jumlah produk yang diproduksi dalam periode tertentu.

Rumus Dasar Menghitung HPP

Rumus sederhana yang bisa dipakai:

HPP per Unit = (Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Tenaga Kerja Langsung + Total Biaya Overhead) / Jumlah Unit yang Diproduksi

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya sebuah usaha kue kering memproduksi 100 toples dalam sebulan, dengan rincian biaya bahan baku Rp2.000.000, biaya tenaga kerja Rp1.000.000, dan biaya overhead (listrik, gas, kemasan) Rp500.000. Maka:

HPP per Toples = (2.000.000 + 1.000.000 + 500.000) / 100 = Rp35.000

Artinya, harga jual di bawah Rp35.000 per toples akan membuat usaha ini rugi, meskipun secara omzet terlihat ramai terjual.

Kenapa Perhitungan Ini Penting Dilakukan Rutin

Harga bahan baku bisa naik turun. HPP yang dihitung sekali di awal usaha dan gak pernah diperbarui bisa membuat harga jual jadi gak relevan lagi seiring waktu, apalagi kalau harga bahan baku sedang naik signifikan.

Kesimpulan

Menghitung HPP dengan benar adalah fondasi dari penentuan harga jual yang sehat. Tanpa HPP yang akurat, pemilik usaha bisa saja "untung di atas kertas" tapi sebenarnya rugi setelah semua biaya diperhitungkan. Modul Keuangan di MandoPOS membantu mencatat biaya produksi dan pengeluaran secara terpisah dari transaksi penjualan, sehingga pemilik usaha punya data yang jelas untuk menghitung ulang HPP kapan pun dibutuhkan.

Siap kelola bisnis Anda lebih cerdas?

Gratis selamanya untuk mulai. Tanpa kartu kredit.